As I said before, this blog will tell you NOT about the daily journal of my life or sumthing else, but will tell you what's on my mind, what I think, the outputs of my brain, cool things that pouring out from my mind, fresh inspiration, all about my brain, greatest things I could think. So, it will be ORIGINALLY BY ME, by my thoughts. It's different from my other blog, which the inspirations come by other people. Here, I will tell sumthing I thought, not read or seen or listened.
So here it is what I think about the Goodness, Righteousness, and Law^^. For better expalanation and meaning, I'll write it down in Indonesia.
Sesuatu yang baik itu belum tentu benar, begitu juga sebaliknya, yang benar belum tentu baik. Karena semua pasti uda pada tau, langsung contoh aja :
Yang baik belum tentu benar : Misalnya pake anting ke kampus. Pake anting itu baik, which means mempercantik penampilan (dalam kasus ini konteksnya tidak berlebihan), tapi jika ada aturan di kampus tersebut bahwa memakai accecories itu dilarang, maka pake anting ke kampus itu tidak benar.
Yang benar belum tentu baik : Misalnya teman yang nyontek waktu ujian. Ada larangan bahwa itu tidak boleh, dan Firman Tuhan berkata bahwa kita harus menegur saudara kita yang berbuat salah. Maka menegurnya adalah tindakan yang benar. Tapi seandainya kita melakukan itu saat orang itu sedang berduka cita karena ada keluarganya yang meninggal, maka menurutku itu tidak baik. Sekedar tambahan, pengalaman menjadi seorang pemimpin kelompok sel mengajarkan padaku bahwa menegur seseorang pun ada aturannya sendiri. Kita harus bisa melihat situasi, menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, dll. So, sekalipun kita mengatakan suatu kebenaran, namun jika dikatakan dengan cara yang tidak tepat, maka itu tidak baik. Bisa-bisa orang itu bukannya tertegur, malah terhakimi. hahaha.. (Namun sekali lagi, keputusan untuk menjadi kecewa atau tidak ada di tangan kita, betul?^^)
Nah, dari kedua hal di atas, aku menyimpulkan, bahwa di antara BAIK dan BENAR ada suatu state yang disebut HUKUM. Dimana standard baik dan benar ini adalah aturan itu. Kadang-kadang emank sulit untuk melakukan segala sesuatu dengan BAIK DAN BENAR, kedua-duanya pas sesuai aturan. Dan jangan lupa di situ ada kata 'DAN'! kalo dalam ilmu Logika, 'DAN' itu berarti kedua-duanya TRUE maka hasilnya TRUE. Which means, kalo kita melakukan sesuatu harus BAIK DAN harus BENAR.
Dengan adanya aturan/hukum sendiri, kadang-kadang belum tentu menjamin bahwa hal tersebut 'baik dan benar'. kalo pernah belajar Hukum Bisnis, pasti tahu bahwa Hukum itu punya Asas Kepastian dan Asas Manfaat. Sama seperti hal itu, Asas Manfaat itu bertujuan untuk KEBAIKAN dan Asas Kepastian itu bertujuan untuk KEBENARAN. Dan Hukum sendiri pun tidak bisa menjamin 100% dapat memenuhi kedua asas tersebut. Sebagai contoh :
(Ini contoh yang sering dipakai Pak Handy Soebandy di kelas ketika mengajar Hukum Bisnis! hahaha.. pinjem dulu ya Pak Handy ^^.)
Misalnya aturan memakai seat-belt di jalan raya ketika menggunakan kenderaan roda empat. Manfaatnya adalah untuk menjaga keselamatan penumpang. Ketika kita melanggar, maka akan kena tilang. Ketika sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 20 km/jam dan pengemudinya tidak memakai seat-belt, maka hal ini MASIH BAIK, karena tidak melanggar asas manfaat (hukum khan dibuat untuk keselamatannya, dan itu masih terjaga), namun orang tersebut akan tetap ditilang karena itu TIDAK BENAR dan melanggar asas kepastian (aturan harus memakai seat-belt). Disini, dari sisi Hukum terjadi sesuatu ketidak-adilan antara asas manfaat dan asas kepastian. Maka aturan harus memakai seat-belt kurang cocok jika diterapkan dalam kasus ini.
Sekalipun begitu, sangat sulit untuk membuat aturan yang bersifat adil baik secara kemanfaatannya maupun kepastiannya. bayangkan saja kalo aturan memakai seat-belt itu seperti ini : untuk kenderaan yang berkecepatan di bawah 45km/jam tidak wajib memakai seat-belt, namun selain kecepatan tersebut diharuskan memakai seat-belt. gimana caranya polisi di jalan bisa tahu kecepatan kenderaan itu dengan sekali lihat?? sayangnya di Indonesia belum ada alat pendeteksi kecepatan.. T.T di luar negeri, di jalan-jalan biasanya dipasangi laser pendektsi kecepatan untuk dapat mengukur apakah kecepatan kenderaan tersebut melebihi batas yang diijinkan atau tidak.
Sampai di sini ada yang masih belum mengerti? ^^. Hehehe.. kalo udah pernah belajar HukBis mungkin pernah dengar tentang hal ini. awalnya aku juga kurang nangkep dan malah gak setuju banget ma asas-asas ini, tapi lama-lama akhirnya aku ngerti juga. hahaha.. (belajar Hukum sepertinya menarik juga.. hehehe..)
Nah, kesulitan-kesulitan seperti ini yang membuat kadang-kadang Aturan tidak mampu 100% menjadi standard sesuatu hal itu Baik dan Benar. Lalu bagaimana kita bisa mengambil kesimpulan dengan tepat setiap saat?? yang selalu BAIK DAN BENAR??
When I think about it, all I can see in my thought is..
Matius 22:36) "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Finally I figure out, the best Law in this world is Gods! He is the best judge in this unjustice world. If you do everything with LOVE, then you do sumthing GOOD and also RIGHT^^. Well, this just a small thought that's so precious for me. Hope you can see what I see about it or even better! But the best thing ever, we could see what's on God's mind about it.
^^GB
1 comment(s) to... “The Goodness, Righteousness, and Law”
1 komentar:
Sum of Gud filosof...
Curious...
it comes from a little brain with a big Wisdom.. ^^
Anw, i have a comment 4 u
if u choose justify as ur text wrap, it should be better if u add enter twice in the middle of ur paragraf...( when u post)
So ur post 'll looks better n not crowded..
just my opinion... GB
Posting Komentar